Profil Anda
Editor
715
Nilai

Pertanyaan
9

Jawaban
157

  • Buah jambu air besar dan mulus dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersediaan air dan unsur hara, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, penjarangan, pembungkusan, dan pemanenan buah.

    1. Air dan unsur hara
    Ketersediaan air dan hara di tanah perlu diperhatikan sehingga tanaman tidak kekurangan air dan makanan. Air harus tersedia dalam jumlah cukup. Bila kekurangan atau kelebihan air dapat menyebabkan bunga atau buah jambu rontok. Saat musim kemarau, tanaman memerlukan 5-10 liter air per hari. Air itu disiram pada pagi, siang, dan sore hari.

    2. Pemupukan
    Pupuk yang digunakan untuk tanaman adalah pupuk kandang dan NPK. Jumlah pupuk kandang sekitar 40 kg/tanaman dan diberikan pada awal musim hujan. Pupuk diberikan dengan menaburkan dan mencampurkan tanah di sekitar tanaman (di sekitar batang sampai di garis luar bawah tajuk). Pupuk NPK dengan kandungan P dan K tinggi (1:3:3) diberikan 2 kali setahun pada saat tanaman mulai dewasa, dosis 250 gram setiap pemberian.

    Pemupukan pertama dilakukan menjelang tanaman berbunga di awal musim hujan atau di awal musim kemarau. Selanjutnya pemberian NPK kedua dengan N tinggi (2:1:1) dilakukan sebelum pemangkasan kecil atau wiwilan (pascaberbunga). Pemberian dapat dilakukan berbarengan dengan pemberian dolomite bila tanah dalam kondisi asam.

    Yang perlu diperhatikan pemberian pupuk NPK tidak boleh sampai menganggu akar tanaman. Sebab, akar yang luka karena pencangkulan saat membenamkan pupuk dapat membuat bunga atau buah rontok. Sebab itu cara terbaik adalah melarutkan pupuk dalam air, lalu mengocorkan di bawah tajuk terluar tanaman.

    3. Pengendalian hama dan penyakit
    Saat tanaman berbunga, hama biasanya mulai berdatangan. Untuk mengendalikan serangan hama dapat dilakukan penyemprotan insektisida kontak dosis rendah sekitar 1 ml per liter air. Hindari pula tanaman dari serangan hama perusak akar semisal larva sejenis kumbang yang berkembang biak di dalam tanah yang lembap. Gangguan pada akar menyebabkan meningkatnya buah dan bunga yang rontok.

    4. Penjarangan buah
    Buah berukuran besar dapat diperoleh dengan melakukan penjarangan atau seleksi buah. Penjarangan dilakukan dengan membuang buah yang tidak sempurna pertumbuhannya, bentuk, dan terserang hama. Buah yang dijarangkan berumur 1-2 minggu setelah terjadi pembentukan buah.

    Buah yang dipertahankan dipilih yang paling dekat batang pokok. Namun untuk jenis tertentu yang buah keluar di ujung ranting hal itu tidak berlaku. Tiap dompolan hanya maksimal dipelihara 4-5 buah, tergantung besar dan kecilnya tangkai. Pilih buah yang posisinya lurus dari tangkai buah. Meskipun penjarangan dilakukan, buah rontok masih terjadi secara alami sesuai karakter tanaman jambu air umumnya.

    5. Pembungkusan buah
    Pembungkusan buah dilakukan agar buah mulus, tidak cacat atau berulat akibat serangan lalat buah. Pembungkusan dilakukan 1-2 minggu setelah buah terbentuk buah. Bahan pembungkus ringan dan berwarna gelap seperti kantong plastik. Bagian bawah pembungkus diberi lubang untuk aerasi udara dan agar buah yang rontok bisa langsung jatuh sehingga tidak tertahan dan membusuk dalam kantong. Harap mafhum buah busuk dapat mengundang penyakit.

    Pastikan pula bagian atas pembungkus terikat erat agar air hujan tidak merembes ke dalamnya. Pembungkus jangan terlalu sempit supaya proses pembesaran buah tidak terganggu. Pengontrolan dilakukan setiap 2-4 minggu sekali. Bila ada serangan hama langsung disemprot dengan insektisida. Jangan lupa penyemprotan pestisida pada buah dihentikan sekitar 4 minggu sebelum panen

    6. Pemanenan Buah
    Pemanenan dilakukan bila buah tepat matang (mengkal) karena buah jambu air umumnya cepat rusak. Sebaiknya pemanenan dilakukan secara selektif karena tingkat kematangan jambu air tidak serempak. Pemanena dapat dilakukan setiap 2 hari. Saat memanen, tangkai buah harus ikut terpotong. Sebab bekas potongan dapat merangsang timbulnya cabang baru yang bakal memproduksi buah di musim berikutnya.

    • 4428 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Terdapat 3 kiat untuk memperoleh bakalan burung berkicau berkualitas, yakni sabar, memperhatikan fisik dan tingkah laku si burung, dan bila mungkin mendengarkan kicauannya. Sejatinya saat ini terdapat 7 burung berkicau  yang disukai pehobi seperti anis merah, murai batu, branjangan, lovebird, prenjak, kacer, dan cucakrawa.

    Langkah pertama mendapat bakalan burung berkualitas tentunya dengan membeli dari penangkar burung trah juara atau memiliki ring berprestasi. Namun penangkar seperti itu biasanya mematok harga bakalan tinggi. Bila tidak, burung berkicau itu dapat dibeli dari para penjual burung. Yang pertamakali perlu dilakukan dalam memilih bakalan adalah melihat kondisi fisik lantaran bakalan biasanya belum berkicau.

    Penampilan fisik juga indikator kesehatan burung. Burung dianggap sehat bila berbulu mengkilap dan tidak kusam. Matanya cerah dan bersih. Gerakannya gesit dan tangkas. Tubuhnya kokoh serta tidak terlihat tulang iganya. Bulu burung di sekitar lubang kotoran perlu diperiksa. Andai kotor, pertanda burung sakit pencernaan.

    Periksa pula bulu yang ada di bagian bawah. Pegang burung dengan kepala menghadap ke atas. Tiup bulu dadanya. Kalau tulang dada menonjol, berarti burung kurus. Kalau warna kulit kemerahan, burung itu sedang sakit. Jika bulu-bulu itu secara keseluruhan tampak meregang, tidak bersatu, dan rapi, tandanya sakit dan kemungkinan besar akan mati. Janganlah membeli burung seperti itu.

    Amati pula gerakan burung. Bila burung pilihan terlihat aktif bergerak, tandanya burung itu sehat. Jangan pilih burung yang cuma bertengger sambil menutup mata. Perhatikan pula kaki burung. Jangan memilih burung yang jari kaki dan kukunya terluka. Luka itu umumnya terjadi di bagian bawah, antara jari dan pangkal kuku. Luka itu sulit disembuhkan, terlebih bila kukunya patah, terlepas, atau terjadi pendarahan.

    • 2308 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Tanaman kastuba dapat diperbanyak melalui setek pucuk. Panjang setek 8 cm dengan diameter batang 0,5 cm. Pengambilan setek dilakukan pagi hari dan selanjutnya setek dimasukkan ke ruang tersendiri (ruang propagasi) yang kelembapannya diatur supaya setek tidak layu. Dalam waktu 14-18 hari akarnya sudah keluar. Setelah keluar akar, kastuba dapat ditanam dengan media tanam porous.

    Media tanam disiram dua kali sehari atau disesuaikan dengan kelembapan tanaman. Penyiraman penting, untuk menurunkan kadar garam dalam media tanam karena kastuba tidak tahan kadar garam tinggi. Pupuk yang diberikan berupa pupuk majemuk NPK 20:20:20 atau 20:10:20 yang dapat dikombinasi dengan pemakaian pupuk slow release.

    Suhu ideal untuk pertumbuhan kastuba pada malam hari berkisar 18 derajat Celcius dan 23-24 derajat Celcius pada siang hari. Di bawah suhu 18 derajat Celcius, kelembapan tanah cukup tinggi sehingga tanaman mudah terserang penyakit busuk akar dan busuk batang. Serangan penyakit itu membuat pertumbuhan dan pembungaan terhambat. Pada suhu di atas 24 derajat Celcius pembentukan kuncup bunga terhambat. Yang perlu diperhatikan karena tanaman ditanam di pot, tinggi kastuba diatur agar pendek.

    • 4823 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Batu ginjal umumnya diderita oleh pria dan tidak menimbulkan kematian. Tingkat keparahannya bergantung kepada posisi batu itu bukan ukurannya. Bila posisi batu tidak menyumbat ureter meski berukuran besar sampai 1-2 cm tidak menimbulkan masalah. Ureter merupakan saluran yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal tempat berkumpulnya air kemih) ke dalam kandung kemih.

    Masalah muncul saat posisi batu menyumbat ureter dan pelvis renalis. Penyumbatan itu menyebabkan nyeri punggung dan kolik renalis atau nyeri hebat di antara tulang punggung dan tulang pinggang yang menjalar ke perut, kemaluan hingga paha dalam. Hal itu terjadi karena ureter berkontraksi sebagai respon terhadap kehadiran batu. Batu ginjal yang menyumbat itu bila dibiarkan dapat merusak kerja ginjal atau gagal ginjal. Padahal peran ginjal penting untuk menyaring limbah metabolik, kelebihan garam dan air di darah, serta mengatur tekanan darah.

    Daun alpukat Persea americana dapat membantu meluruhkan batu ginjal. Riset Anggara Hernas Saputra dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor itu membuktikan daun alpukat memiliki sifat antilithiasis atau menghambat pembentukan batu ginjal yang merupakan kristal kalsium oksalat pada hewan percobaan tikus.

    Penelitian lain oleh Roby Oktaberan dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran juga menguak bila ekstrak daun alpukat yang mengandung senyawa tanin, flavanoid, kuinon, saponin, dan steroid, mampu menurunkan kadar kalsium dalam urine tikus.

    • 4734 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Sekitar 75% pohon alpukat yang tumbuh di Indonesia berasal dari biji. Sebab itu secara komersial banyak pohon alpukat yang bermutu rendah karena produksi buah bervariasi dari ukuran, bentuk, dan rasa.

    Melalui teknik sambung atau top working dapat menghasilkan alpukat komersial dengan ukuran buah seragam dan bermutu tinggi. Teknik penyambungan itu dilakukan dengan memasangkan bibit batang bawah dengan bibit batang atas.

    Pada teknik sambung, bibit batang bawah berupa pohon dewasa dengan perakaran kuat dan batang pokoknya berdiameter 5-30 cm. Bibit batang atas dapat dipilih dari jenis unggul berproduksi tinggi rata-rata 50 kg per pohon seperti varietas alpukat hijau panjang. Hasil penyambungan mulai berproduksi 2-3 tahun.

    Teknik sambung dapat dilakukan dengan dua cara, yakni sambung kulit (bark grafting) dan sambung celah (cleft grafting). Berikut caranya:

    Sambung kulit

    Sambung kulit dilakukan pada pohon alpukat yang kulit batangnya mudah dikelupas dan umur pohon belum tua.
    1. Pohon alpukat berdiameter 5-30 cm dipotong setinggi 60-75 cm dari permukaan tanah.
    2. Pada bekas potongan lakukan sayatan kulit ke bawah sepanjang 5-7 cm.
    3. Entres varietas terpilih dipotong sepanjang 10 cm. Kedua sisi pangkalnya dibentuk runcing.
    4. Entres disambung pada pohon dengan membuka sayatan kulit, lantas sisipkan ke dalam. Entres dibuat sebanyak tiga buah. Setiap entres tersambung diperkuat dengan mengikatnya memakai tali rafia. Bagian batang yang terbuka ditutup lilin atau parafin.
    5. Agar tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung, pohon disungkup kertas semen atau plastik. Sirkulasi udara dalam sungkup dijaga dengan membuat lubang pada kedua sisinya.

    Sambung celah

    Sambung celah digunakan untuk pohon alpukat berbatang besar, berumur tua, dan kulit batang susah dikelupas.
    1. Pohon alpukat dipotong batangnya setinggi 60-70 cm dari permukaan tanah.
    2. Pada bekas potongan dibuat celah sepanjang 3 cm.
    3. Entres varietas terpilih dipotong sepanjang 10 cm, bagian sisi pangkal dibentuk runcing dengan ukuran sesuai celah batang.
    4. Entres disambungkan pada pohon dengan cara menyisipkan dalam celah. Ikat dengan tali rafia untuk memperkuat sambungan. Bagian batang yang terbuka ditutup lilin.
    5. Agar tidak terkena hujan atau sinar matahari secara langsung, pohon disungkup kertas semen dan plastik. Sirkulasi udara dalam ruangan sungkup dijaga dengan pembuatan lubang pada kedua sisinya.

    • 3158 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Meski mendapat sebutan bawang, bawang dayak tak berkerabat dengan bawang merah. Anggota famili Iridaceae itu juga dikenal sebagai bawang sabrang dan bawang berlian.

    Khasiat bawang dayak mengatasi diabetes mellitus dibuktikan oleh riset Maria DPT Gunawan Puteri dan rekan dari Divisi Biosains, Universitas Hokkaido di Jepang. Maria berhasil mengisolasi 3 senyawa aktif dalam Eleutherine americana, yakni eleutherol, eleutherinoside A, dan eleuthoside B. Eleutherine merupakan senyawa antioksidan yang bersifat antibakteri, antikanker, dan penangkal radikal bebas.

    Pada penelitian itu, hasil uji aktivitas daya hambat menunjukkan senyawa aktif paling berperan menghambat alfa-glukosidase adalah eleutherinoside A dengan nilai IC50 0,5 Mm, yaitu 5 mg/50 gram sampel. Artinya hanya dengan dosis 5 mg, separuh sampel terhambat. Alfa-glukosidase di permukaan membran sel usus bertugas memecah pati dan disakarida menjadi glukosa. Jika aktivitas alfa-glukosidase terhambat, penyerapan glukosa bakal terhambat sehingga kadar gula darah berkurang.

    Amankah mengonsumsi bawang dayak? Armiin Stefani dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung menguji toksisitas akut ekstrak bawang dayak pada mencit. Hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LD50—dosis yang menyebabkan 50% kematian hewan uji—bawang dayak di atas 3,6 gram/kg bobot tubuh. Artinya, jika penderita berbobot tubuh 60 kg, konsumsi 216 gram ekstrak bawang dayak per hari masih aman.

    • 2128 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Konsentrat adalah bahan pakan yang tinggi kandungan ekstrak tanpa nitrogen serta rendah kandungan serat kasarnya dibandingkan pakan hijauan. Jumlahnya kurang dari 18%. Sebab kandungan serat yang rendah itu, konsentrat lebih mudah dicerna oleh ternak. Konsentrat diperlukan sebagai bahan tambahan nutrisi sehingga nutrisi pakan lebih lengkap. Bila ternak hanya diberi pakan hijauan, maka produktivitas ternak biasanya rendah.

    Konsentrat dapat dibuat dari berbagai bahan seperti biji-bijian (jagung giling), tepung kedelai, menir, dedak, bekatul, bungkil kelapa, tetes tebu, dan umbi yang dicampurkan dengan ikan, udang, kulit, darah, dan bulu ayam. Kandungan protein dari bahan-bahan itu memang berbeda, tapi setelah diolah jadi konsentrat, kandungan proteinnya tetap. Itu berbeda dibandingkan bahan segar yang tergantung kualitas dan cara penanganan bahan. Bungkil kedelai mengandung protein kasar sebesar 42,5%, tepung bulu ayam 83,74% , dan tepung ikan 66,2% .

    Tepung bulu ayam dapat diberikan hingga maksimal 40% dari protein ransum. Untuk domba, misalnya, dosisnya 10% protein ransum. Dengan dosis itu, bobot domba akan naik 134 gram/ekor/hari. Peternak bisa memberikan pakan konsentrat sebanyak 17% pada pukul 15.30-16.00 sebagai pakan selingan.

    • 2284 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Asap cair memiliki banyak manfaat seperti untuk pengawet, pembangkit aroma, serta pengganti deterjen untuk mencuci bahan makanan mentah. Di pasar memang terdapat 2 jenis asap cair yang dijual, yakni asap cair pangan dan nonpangan. Asap cair pangan biasanya bebas dari tar dan benzopiren yang bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker. Sementara itu asap cair nonpangan mengandung tar.

    Sejatinya setiap produksi asap cair dari pembakaran tempurung kelapa menghasilkan cairan berbau asap berwarna kehitaman karena mengandung tar. Asap cair itu tergolong asap cair nonpangan (grade 3). kandungan tar asap cair grade 3 lebih dari 1%. Bandingkan dengan grade 2 sebesar 0,5-1%, grade 2 dan kurang dari 0,5% untuk grade 1.

    Asap cair grade 3 dapat ditingkatkan menjadi grade lebih tinggi dengan cara mengendapkan selama sebulan. Pengendapan itu akan memisahkan tar sehingga diperoleh cairan kemerahan sebagai asap cair pangan. Berikutnya cairan itu disuling untuk membuang sisa partikel tar sehingga produk akhir asap cair pangan berwarna bening
    kekuningan mirip bensin sehingga menjadi asap cair grade 1.

    Rendemen asap cair mencapai 50%. Artinya pembuatan seliter asap cair memerlukan 2 kg tempurung kelapa. Seliter asap cair kelas 2 perlu 1,25 liter asap cair grade 3; kelas 1, 1,14 liter asap cair kelas 2. Nah seliter asap cair grade 1 berasal dari sekitar 7 kg tempurung (rendemen 15-20%).

    Yang perlu diingat gunakan tempurung dari kelapa tua karena lebih bagus. Kadar air tempurung kelapa muda terlalu tinggi dengan kadar asam asetat dan fenol—penyusun utama asap cair—sedikit. Kondisi itu berefek asap cair tempurung kelapa muda berkualitas rendah.

    Dosis pemakaian asap cair pangan tergantung dari penggunaan. Sebagai pengawet, cukup 2-3%. Untuk membangkitkan aroma daging panggang, daging asap, maupun ikan asap, perlu larutan asap cair dengan konsentrasi 10%. Sebagai campuran obat untuk mengobati penyakit kulit seperti kudis atau obat sakit gigi dan antibiotik, konsentrasi asap cair berkisar 5-80%.

    • 3377 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Saat membeli kaktus hasil budidaya di dataran tinggi seperti di Lembang, lalu membawanya ke dataran rendah seperti Jakarta, tentu perlu ada penyesuaian. Salah satunya media. Meski tidak ada komposisi standar untuk media kaktus, yang penting media tersebut kering dan porus. Ingat media tanam yang dipakai pekebun di dataran tinggi belum tentu cocok untuk dataran rendah.

    Pilihan media menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:0,5. Untuk meningkatkan pH dan porositas tambahkan zeolit 5-10% dari volume media itu. Alternatif lain media adalah sekam bakar, pasir malang, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1:5:2,5:1.

    Bila pehobi menanam kaktus dalam terarium, gunakan media tanam campuran berupa arang kayu, moss, kompos, dan zeolit. Dalam terarium, pecahan arang kayu seukuran dadu diletakkan di lapisan paling bawah. Tujuannya untuk menyerap kelebihan air sehingga air tak menggenang meski terarium tidak berlubang. Moss yang telah dikeringkan diletakkan rata setebal 1 cm di atas arang. Moss berfungsi menyimpan air yang diperlukan tanaman dan teksturnya yang lembut membuat perakaran stabil.

    Berikutnya kompos setebal perakaran tanaman dibenamkan berbarengan dengan penanaman kaktus di terarium. Kompos harus steril sebelum dipakai. Caranya, kompos disiram air panas lalu dikeringkan. Tujuan sterilisasi itu untuk membunuh patogen penyebab penyakit.

    Berikan pula zeolit di permukaan paling atas.  Zeolit mengandung sedikit unsur hara mikro yang diperlukan tanaman. Zeolit juga berguna sebagai indikator kekeringan media. Saat zeolit basah warnanya kehijauan. Jika warnanya putih keabu-abuan tandanya media tanam kaktus kering dan butuh disiram.

    • 2897 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Dr Toshiaki Myokei Nishigaki, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Shinsu di Jepang telah meriset kandungan senyawa aktif buah merah. Pada penelitian itu Toshiaki bekerjasama dengan Dr Ir Inggrid S Waspodo MSc dari Universitas Indonesia. Riset itu memperlihatkan buah merah mengandung 94% lemak, 5% protein, kadar air di bawah 1%, dan sedikit kadar mineral seperti kalsium.

    Warna merah pada buah merah berasal dari karotenoid, dengan senyawa utama betakaroten dan betakriptoxanthin, serta sedikit karoten. Kehadiran senyawa karotenoid dan betakriptoxanthin itu berkhasiat membantu menyembuhkan penyakit paru-paru dan osteoporosis atau rapuh tulang.

    Buah merah juga berlimpah vitamin E. Jumlah vitamin E itu bahkan 3 kali lebih tinggi ketimbang minyak zaitun sebesar 7,6 mg/100 gram. Artinya buah merah sangat berlimpah antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas di tubuh. Riset itu juga menjumpai bahwa buah merah mempunyai kandungan vitamin K1 yang antara lain berpengaruh terhadap pembentukan hormon perempuan serta membantu penyerapan kalsium dari makanan yang berguna untuk pembentukan dan perawatan tulang.

    • 1850 views
    • 1 answers
    • 0 votes