Profil Anda
Editor
715
Nilai

Pertanyaan
9

Jawaban
157

  • Importir sayuran asal Jepang dan Korea Selatan memang mensyaratkan sayuran yang diimpor dari Indonesia, misalnya, dalam kondisi beku. Tujuan dari pembekuan sayuran itu selain menjaga nutrisi, gizi, penampilan, dan rasa sayuran itu agar tidak hilang, juga membuat sayuran awet disimpan dalam jangka waktu lama hingga satu tahun.

    Pembuatan sayuran dalam kondisi beku yang paling praktis dengan menggunakan sistem Individual Quick Frozen (IQF). Cara itu dilakukan dengan terlebih dahulu merendam sayuran dalam air mendidih selama 2 menit, lantas tiriskan, lalu dibekukan pada suhu sekitar minus 18 derajat Celcius. Dengan suhu rendah seperti itu mikrob merugikan pun tidak akan hidup.

    • 2125 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Dari gejala yang disampaikan kemungkinan besar tanaman kedelai itu terserang kutu aphis Aphis sp. Kutu berwarna hitam yang dewasa berukuran 1-1,5 mm itu menyerang tanaman di awal pertumbuhan, masa pembungaan, dan saat tanaman membentuk polong. Tanaman terserang memperlihatkan gejala layu, daun mengerdil, dan banyak polong kopong alias tidak berisi.

    Pengendalian kutu aphis yang juga menularkan virus SMV (Soybean Mosaik Virus) dilakukan dengan menanam tanaman kedelai tepat waktu, sehabis penanaman padi, misalnya. Hindari pula menanam tanaman kedelai secara bersamaan dengan komoditas pertanian lain seperti terung, kapas, dan kacang-kacangan. Secara berkala lakukan penyemprotan insektisida racun kontak berbahan aktif lamda sihalotrin pada permukaan daun atas dan bawah sesuai dosis anjuran.

    Selain kutu aphis, terdapat beberapa hama lain yang patut diwaspadai pekebun kedelai.

    1. Kepik hijau
    Hama berwarna hitam dengan bintik-bintik putih itu senang meletakkan telur di bawah permukaan daun. Kepik Nezara viridula itu saat pagi hari berada di atas daun, tapi ketika siang hari, ia akan turun ke polong, lantas memakannya, setelah itu bertelur. Tanaman terserang kepik hijau, polong dan bijinya mengempis lalu kering. Selain itu, biji bagian dalam atau kulit polong akan berbintik cokelat. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif klorpirifos.

    2. Kumbang kedelai
    Kumbang kedelai Phaedonia inclusa gemar menyukai memakan daun, bunga, pucuk, polong muda, bahkan seluruh bagian tanaman. Persentase kerusakan pada daun mencapai 15%. Pengendalian hama berwarna hitam dengan garis kuning itu dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif diazinon.

    3. Ulat polong
    Ulat polong Etiela zinchenella yang berasal dari kupu-kupu itu menyukai polong muda. Tanda serangan ulat polong pada tanaman terlihat dengan adanya lubang kecil di buah. Sewaktu buah masih hijau dan warna polong bagian luar berubah, di dalam polong pasti terdapat ulat. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif klorpirifos.

    4. Lalat kacang
    Hama Ophiomyia phaseoli ini menyerang tanaman muda yang berumur 4-14 hari pascatanam. Gejalanya, muncul bintik-bintik putih di keping biji, daun pertama, atau daun kedua. Bintik itu bekas tusukan alat peletak telur dari lalat. Gejala lain, terdapat liang berupa alur atau garis melengkung cokelat, tanda bekas gerekan larva.

    Serangan pada tanaman di atas umur 10 hari berefek tanaman kerdil dan daun menjadi kekuningan. Penanggulangan dapat dilakukan dengan melakukan rotasi penanaman bersama jenis tanaman bukan inang hama seperti kacang hijau, kacang jogo, kacang aci, kacang tunggak, kacang hiris, bedog, dan orok-orok. Penanggulangan kimia dengan membenamkan insektisida berbentuk granular atau butiran berbahan aktif karbofuran di tanah sebelum benih ditanam. Berikutnya tutup tanah memakai jerami. Satu pekan kemudian lakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif monokrotofos.

    5. Ulat Grayak
    Ulat grayak Spodoptera litura memakan daun tanaman. Serangan hama yang berasal dari kupu-kupu abu-abu itu terjadi mendadak dan masif. Penanggulangan dilakukan dengan membersihkan lingkungan penanaman dari gulma yang terdapat tanaman inang serta melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif klorpirifos.

    • 2005 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Salah satu penyebab telur gagal menetas karena kedua induk mengalami defisiensi gizi atau kekurangan gizi. Akibat kondisi itu induk menjadi tidak subur sehingga mayoritas telur infertil atau tidak terbuahi.

    Untuk menjamin kedua induk subur, pengalaman Darmin, peternak perkutut di Tangerang, Provinsi Banten dapat diterapkan. Setiap pekan Darmin melolohkan 2-3 ikan cere segar kepada kedua induk. Ikan cere biasa hidup di sawah dan selokan. Cara itu terbukti membuat kedua induk subur sehingga kehadiran telur infertil bisa diminimalisir.

    • 2254 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Pertumbuhan nila nirwana 2 lebih cepat 15% dibandingkan nila nirwana generasi pertama. Sebagai gambaran bobot panen 600-700 gram/ekor dapat diperoleh selama 5 bulan budidaya dari ukuran tebar 80-100 ekor/kg. Pencapaian bobot itu ditunjang pula oleh pemberian pakan berkadar protein 26%. Pada nirwana 1, dengan ukuran tebar serupa, bobot panen sama saat 7 bulan budidaya.

    Nila nirwana 2 yang merupakan nila ras wanayasa generasi ke-2 itu merupakan hasil pemuliaan dari Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 2012. Nila nirwana 2 lahir sebagai hasil seleksi famili terhadap 3 generasi induk nirwana pada turunan ke-4 (F4), 5 (F5), dan 6 (F6).

    Sejatinya nila nirwana sendiri merupakan seleksi dari persilangan 18 famili nila GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) dan 24 famili nila GET (Genetically Enhanced Tilapia).  Keistimewaan nila nirwana adalah mampu memproduksi 70-80% burayak jantan; nila lain 40-50%. Nila jantan disukai karena pertumbuhannya lebih cepat 50% ketimbang nila betina.

    Ikhsan, pembesar nila di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sudah membuktikan keunggulan nila nirwana 2. Ia menebar 30.000 ekor nila ukuran 2-3 cm di kolam 1.000 m2. Dalam waktu 60 hari, Ikhsan memanen 100 ekor/kg nila. Dengan ukuran tebar serupa, jenis nila lain perlu waktu 70 hari dengan hasil panen lebih rendah, 200 ekor/kg nila.

    Keunggulan nila nirwana 2 lainnya adalah bentuk kepala lebih kecil, tapi berbadan lebar. Itu memperlihatkan bila karkas alias daging nila nirwana 2 lebih banyak. Selain itu nila nirwana 2 relatif lebih tahan serangan penyakit akibat bakteri Streptococcus yang menjadi momok peternak lantaran menyebabkan kematian nila di atas 50%.

    • 3988 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Sebelum bibit puyuh atau Day Of Quail (DOQ) datang, siapkan kandang stater (berupa rak) untuk menaruh bibit puyuh. Beri alas dasar kandang dengan 2-3 lembar kertas koran. Kertas koran mudah menyerap kotoran atau cairan serta mudah diangkat untuk diganti baru.

    Persiapakan pula wadah pakan yang di atasnya diberi penutup kawat ram. Tujuannya supaya burung puyuh tidak leluasa mengais-ngais pakan sehingga berceceran dan tercampur dengan kotoran. Berikutnya taruh wadah air minum dalam kandang.

    Agar bibit puyuh nyaman, setiap kandang stater dapat dilengkapi pemanas berupa 1-2 lampu bohlam berkekuatan 40 watt. Pemasangan lampu itu akan membuat kandang menjadi hangat saat malam. Bohlam sebagai pemanas dipasang selama 8-12 hari.

    Saat bibit puyuh datang, segera masukkan ke dalam kandang starter yang terlebih dahulu lampunya menyala. Setiap kandang stater dapat menampung 90-100 bibit puyuh. Sejatinya 3 hari setelah menetas, bibit puyuh masih memiliki cadangan makanan. Namun sebagai tindakan berjaga-jaga saat bibit puyuh datang, wadah pakan harus terisi pakan. Wadah minum juga berisi air yang sudah dicampurkan gula merah dan vitamin antistres.

    • 2156 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Terdapat beberapa penyakit yang dapat menyerang kambing dan domba dan perlu diwaspadai peternak.

    1. Sakit mata. Penyakit yang disebut pink eye lantaran membuat mata kambing dan domba berwarna merah muda itu terjadi karena beberapa sebab seperti masuknya benda asing berupa patogen serta perubahan iklim.

    Penyakit itu dapat menular melalui lalat, debu, bahkan gas dari kotoran kambing yang menumpuk di bawah kandang. Kambing sakit mata, kelopak matanya bengkak dan terdapat kotoran putih. Penyakit ini biasanya dibarengi dengan demam. Pengobatan dilakukan dengan memberikan vitamin A setelah sebelumnya kambing diisolasi dari kambing lainnya. Kandang perlu pula dibersihkan untuk meminimalisir penularan.

    2. Skabies. Kambing yang terkena skabies memperlihatkan gejala kulit bengkak, kulit berbintik-bintik seperti kerak, dan timbul rasa gatal hebat sehingga kambing seringkali mengesek bagian tubuh gatal itu ke dinding kandang yang dapat menyebabkan luka. Penyebab penyakit itu adalah tungau Sarcoptes scabiei. Tungau itu hadir karena kandang kotor dan kambing atau domba tidak pernah dimandikan. Efeknya skabies menyebabkan kulit menjadi tebal dan kaku, serta mengakibatkan bulu rontok.

    Pengobatan dilakukan memakai larutan zincsulfat 2,5% dan salep R282 setelah kambing atau domba terlebih dahulu dimandikan sampai bersih. Sebagai tindakan preventif suntik kambing atau domba dengan LA200 secara intramuskulus. Vaksinasi dilakukan 2 kali dalam setahun.

    3. Cacingan. Cacingan pada kambing disebabkan oleh parasit Haemonchus sp yang tingkat infeksi mencapai 80%. Kambing cacingan dapat terhambatnya pertumbuhan dan kenaikkan bobotnya, sebab cacing akan menghisap darah sehingga kambing mengalami anemia. Pengobatan dilakukan dengan memberi obat cacing secara teratur setiap 6 bulan sekali.

    4. Perut Kembung. Perut kembung terjadi lantaran pakan hijauan yang diberikan masih terlalu muda atau masih basah (terdapat embun) saat diberikan pagi hari. Anak kambing paling rentan terserang penyakit perut kembung yang dapat menyebabkan kematian.

    • 3163 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Pupuk urine sapi cukup bagus dipakai pada tanaman. Salah satu kelebihan memakai pupuk urine sapi adalah tidak perlu menggunakan pupuk kimia dan obat pembasmi hama lagi. Berbagai riset di tanahair memperlihatkan pemupukan memakai urine sapi yang telah difermentasi minimal selama satu bulan, mampu  meningkatkan produksi tanaman. Pupuk urine sapi juga mengandung unsur Nitrogen (N), Fosfor (P),  Kalium (K), dan Kalsium (Ca) cukup besar. Unsur yang disebut terakhir terbukti mujarab mendongkrak ketahanan tanaman terhadap berbagai penyakit.

    • 1947 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Besar kemungkinan tanaman lada yang dipelihara tipe berumah dua sehingga bunga betina dan jantan terpisah pada pohon berlainan. Lantaran tidak ada yang menyerbuki, bakal buah yang diharapkan tidak terjadi. Selanjutnya pemangkasan perlu dilakukan pada ujung cabang utama, supaya tidak terjadi dominasi ujung tumbuh.

    • 2016 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Pertambahan bobot kambing rata-rata 2-3 kg/bulan. Namun, kenaikkan itu masih dapat dipacu hingga 4-5 kg/bulan. Itu yang dibuktikan oleh salah satu peternak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peternak itu memberikan herbal atau jamu yang terdiri atas campuran kunyit Curcuma domestica, bawang putih Allium sativum, dan jahe emprit Zingiber officinale.

    Setiap kali membuat peternak itu mencampur 5 biang kunyit, 5 umbi bawang putih, dan 2 rimpang jahe. Seluruhnya diblender memakai 4 gelas air panas. Setelah disaring, ekstrak jamu itu diencerkan dengan air, perbandingan 1:1. Selanjutnya diberikan kepada kambing dengan cara mencekoki, dosis 2 sendok makan setiap 2 hari sekali.

    Dengan pemberian jamu itu terdapat banyak keuntungan yang dapat diperoleh peternak yakni metabolisme kambing jauh lebih baik dengan peningkatan nafsu makan. Bau kotoran juga berkurang serta kambing menjadi lebih tahan aneka penyakit seperti diare, cacar mulut, perut kembung, cacingan, serta penyakit kudis.

    • 2424 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ketersediaan pakan hijauan berpengaruh besar kepada peternak. Di saat musim hujan, ketersediaan pakan hijauan seperti rumput melimpah. Namun, sebaliknya ketika musim kemarau, pakan hijauan sulit diperoleh. Sebab itu tatkala jumlah pakan hijauan melimpah lakukan pengawetan sebagai cadangan pakan ternak di saat musim kemarau.

    Pengawetan pakan hijauan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni pengeringan dengan sinar matahari (hay) dan fermentasi (silase). Pada pengeringan dengan sinar matahari bahan pakan hijauan harus mempunyai kadar air kurang dari 10% agar tidak terkontaminasi mikrob merugikan. Prosesnya sederhana. Bahan pakan hijauan seperti rumput dicacah sepanjang 5 cm, kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Agar nilai gizi tidak rusak, setiap  penjemuran bahan pakan hijauan dibolak-balik agar seluruh bahan kering merata.

    Berbeda dengan fermentasi (silase), bahan pakan seperti limbah sayuran tetap dipertahankan utuh, tetapi pH selama penyimpanan diturunkan. Bahan pakan itu diolah dengan menambahkan dedak, probiotik, dan tetes tebu atau molases. Setelah tercampur merata, bahan itu disimpan di ruang khusus yang kedap udara. Selan sebulan setelah fermentasi, pakan siap dipakai.

    Berikut cara fermentasi (silase):

    1. Bahan pakan seperti limbah sayuran dan hijauan lain dicacah sepanjang 3-5 cm, lantas dimasukkan ke dalam mesin giling bersama dedak. Giling hingga seluruh bahan tercampur merata dan homogen.

    2. Berikan probiotik serta tambahkan molases untuk sumber makanan mikrob probiotik.

    3. Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam drum secara bertahap. Padatkan bahan dengan menginjak setiap 30 cm, lalu tambahkan lagi bahan. Setelah penuh, tutup drum hingga sangat rapat. Total volume kepadatan 650 kg harus dapat mengisi drum ukuran 1 meter.

    4. Biarkan drum di tempat teduh. Setiap pekan, buka drum supaya panas hasil fermentasi keluar. Suhu fermentasi dipertahankan 40-50 derajat Celcius.

    5. Bahan siap dikonsumsi kambing dan domba setelah 4 minggu kemudian. Apabila proses fermentasi berjalan sempurna, hasilnya tidak dijumpai cendawan dan bau asam. Setiap kali diambil, pastikan dipakai drum harus segera ditutup.

    • 3238 views
    • 1 answers
    • 0 votes